
Dinas Pertambangan dan Energi
POTENSI SUMBER DAYA MINERAL
DI KABUPATEN BENGKAYANG
PENDAHULUANMineral merupakan sumberdaya alam tidak terbarukan, dan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang dikuasai oleh Negara. Penguasaan sumberdaya mineral dan energi oleh Negara dilaksanakan oleh pemerintah, baik dipusat maupun daerah. Pelaksanaan oleh pemerintah dilakukan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat dimana pengelolaan pertambangan dilakukan secara efisien, transparan dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan.
Pemanfaatan secara optimal dengan memaksimalkan nilai tambah dan meminimalkan dampak negatif dari eksploitasi sumberdaya mineral, akan meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan penyerapan tenaga kerja.
MORFOLOGIFisiografi Kabupaten Bengkayang terdiri dari zona pantai, dataran alluvial, undak pasir putih di barat serta perbukitan bergelombang rendah yang meningkat sampai pebukitan curam yang terisolasi di timur.
Zona Pantai, terdiri dari suatu dataran pantai yang menggabungkan pedalaman dengan dataran alluvial, pematang pantai, dan tepi bagian utara Delta Sungai Kapuas. Bentang alam termuda merupakan pematang pasir rendah yang terhampar di dataran pantai. Perbukitan bergelombang rendah, umumnya berkembang pada batuan sedimen Tersier dan granit lapukan. Umumnya muncul dengan ketinggian kurang dari 75 meter.
Perbukitan curam, tersebar melintasi daerah Kabupaten Bengkayang, meskipun lebih terlihat di timur laut, dan muncul baik dari pebukitan bergelombang rendah maupun dataran alluvial dan pantai.
Gambar 1. Peta Geomorfologi Wilayah Kabupaten Bengkayang
STRUKTUR GEOLOGI
Di Batuan Gunungapi Raya Kapur Bawah yang cenderung sebagian besar hanya berupa sisa dari bagian gunungapi yang terkikis luas, sebagai penutup Batolit Schwaner dan Singkawang. Batolit ini diduga terjadi di atas lajur penunjaman yang miring ke selatan pada waktu Kapur Bawah. Granodiorit Mensibau mempunyai sentuhan terobosan terutama dengan batuan samping yang berumur Trias Akhir sampai Jura Awal, yang membentuk bagian dari Kawasan Kalimantan Barat Daya.
TINJAUAN GEOLOGI
Berdasarkan Peta Geologi Lembar Singkawang, yang disusun oleh N. Suwarna, F. De Keyser, R.P. Langford dan D.S. Trail dan dikeluarkan oleh (P3G) Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Direktorat Jenderal Geologi dan Sumberdaya Mineral Departemen Pertambangan dan Energi, maka batuan penyusun Kabupaten Bengkayang berturut-turut dari yang tertua adalah sebagai berikut:
- Formasi Banan (Rub)
Berumur Trias Akhir, terdiri dari batupasir dan sedikit konglomerat dibagian atas; batupasir dan serpih dibagian bawah. Pengaruh malihan sentuh, termasuk batu tanduk berkembang disekitar terobosan tersier, terutama pada batupasir dan tufa dibagian bawah.
- Formasi Sungai Betung (Jls)
Berumur Jura akhir, terdiri dari perselingan batulumpur, batulanau, batupasir halus - sedang, kelabu muda - hitam, perbandingan batulumpur meningkat ke arah atas; batupasir tufan halus dibagian atas, berlapis baik.
Gambar 3. Peta Geologi Regional Kabupaten
Bengkayang
Berumur Kapur Awal, terdiri dari batuan beku luar andesit, dasit dan basal (piroklastik, sedikit lava) serta batuan terobosan; sedikit menyusupi konglomerat, batupasir dan batulumpur; setempat termalihkan oleh batuan terobosan kapur dan tersier, dan termineralisasi dengan pirit, kalkopirit, molibdenit dan sfalerit.
- Granodiorit Mensibau (Klm)
Berumur Kapur Awal. Terdiri dari granodiorit hornblende-biotit, adamelit, tonalit, granodiorit biotit-hornblende, diorit, diorit kuarsa, granit; magnetik sedang sampai kuat; umumnya terubah; setempat tergeruskan kuat, termilonitkan, dan terbreksikan, xenolit batuan gunung api dan sedimen.
- Gabro Setinjam (Kuse)
Berumur Kapur Akhir. Terdiri dari gabro; halus sampai pegmatitan, umumnya sedang; plagioklas (<50%), horblende, piroksen, olivin dan biotit, setempat berfoliasi dan berlapis.
- Batuan Gunungapi Serentak (Tes)
Berumur Eosen Tengah. Terdiri dari Tufa lapili, dasitan, kristal dan sela; setempat breksi tufan dan riodasit, kelabu muda sampai kecoklatan; sebagian terubah; urat halus besian, pirit, pirhotit, pirolusit.
- Dasit Bawang (Teb)
Berumur Eosen Tengah. Terdiri dari dasit, sedikit tonalit, magnetik sedang.
- Formasi Hamisan (Toh)
Berumur Oligosen. Terdiri dari arenit kuarsa dan sela, konglomerat aneka bahan; setempat dengan sisipan batulempung kelabu; perlapisan silang siur dan perlapisan sejajar.
- Batuan Terobosan Sintang (Toms)
Berumur Oligosen Awal - Miosen Awal. Terdiri dari diorit, diorit kuarsa, granodiorit, tonalit, gabro kuarsa; mesokratik sampai lekokratik, porfiritik sampai holokristalin; setempat ubahan serisit, khlorit, epidot, dan karbonat; serisit berkaitan dengan urat kuarsa-kalkopirit-molibdenit dan pirit menyebar; mineralisasi emas; magnetik sedang.
- Batuan Gunungapi Niut (Tpn)
Berumur Pliosen. Terdiri dari basal porfiri, sedikit andesit basalan
- Endapan Aluvial Terbiku (Qat)
- Endapan Litoral (Qc)Berumur kuarter. Tersusun dari kerikil, pasir, lumpur; struktur lapisan silang siur dan bidang; lekuk gerusan, gali dan isi, lapisan mineral berat.
Berumur Kuarter. Tersusun dari lumpur, pasir, kerikil, setempat gampingan; bahan tumbuhan.
Berumur Kuarter. Tersusun dari lumpur, pasir, kerikil dan bahan tumbuhan.
Potensi sumber daya mineral/bahan galian di Kabupaten Bengkayang hampir tersebar merata di setiap kecamatan. Adapun bahan galiannya :
Logam emas yang ditemukan diKabupaten Bengkayang umumnya
merupakan emas aluvial di daerah Monterado, butiran emas ditemukan di endapan
aluvial Sungai Raya pada lapisan sedimen basal berukuran kasar yang terendapkan
di atas batuan dasar. Endapan emas aluvial ini merupakan endapan paleochanel dengan sekuen pengendapan
menghalus keatas. Batuan intrusi granodiorit ditemukan juga di daerah ini, dan
juga diperkirakan sebagai batuan sumber dari endapan emas aluvial.
Sedangkan emas primer terdapat di G. Selakean, G. Pandan (kadar Au 170 g/t, Ag 156 g/t, Cu 8,16%), Serantak sumber daya terukur 813.114 ton, kadar Au 2,264 gr/m3), Sintoro (kadar Au 0,2-0,7 gr/t) dan Sekarem (kadar Au bijih 110 gr/t, Au urat 64 gr/t). Di daerah Lumar dan Ledo, emas primer hadir bersama emas sekunder dengan kadar 1,77-2,8 gr/t.
Emas aluvial di daerah Monterado pernah dieksploitasi oleh PT. Monterado Mas Mining, dengan sumber daya terukur 35.000.000. m3, kadar Au 169 mgr/m3 atau 0,005 oz Au/m3, Pangkalan Batu sumber daya tereka 6.703.125 m3 (kadar Au 124 mg/m3), Bonglitung sumber daya terukur 72.000.000. m3 (kadar Au 171 mg/m3) dan Capkala.
b. Tembaga
Tembaga di Daerah
Kabupaten Bengkayang ditemukan berasosiasi dengan emas yang berbentuk urat
kuarsa atau urat barik-barik (stockwork)
dan tipe pengisian (cavity filling)
merupakan tipe epitermal. Selain itu tembaga juga dapat hadir berasosiasi
dengan Molibdenit (Mo) sebagai tipe porfiri. Tempat ditemukan : Ledo (S. Ledo)
kadar Cu 39 g/t, Pb : 32 g/t, Zn 131 g/t, Baguruh (kadar Cu 0,01%, Au 0,2 g/t,
Mo 0,01%, Selakean (Cu 0,17%, Au 2,2- 26
g/t).
Dibeberapa tempat lainnya hadir sebagai urat kuarsa mengandung kalkopirit, malakit, bornit, kovelit berasosiasi dengan galena, sfalerit yang terdapat di daerah Tiga Desa, G. Bawang, G. Hang Mui San dan Tanyan Goa Boma - Monterado.
c. Timbal (Timah Hitam)
Cebakan timbal dijumpai sebagai Galena (PbS), Serusit (PbCO3) yang
berasosiasi dengan seng berupa tipe endapan cavity filling dan replacement dari larutan hidrotermal pada suhu relative
rendah. Tempat ditemukan : Tanyan (Goa Boma -Monterado) berasosiasi dengan
kalkopirit dan sfalerit. Sedangkan di Gunung Bawang timbal hadir dalam urat
kuarsa bersama sfalerit.
d. Timah Putih
Logam timah putih terjadi berhubungan dengan intrusi batuan granit (tipe granitik). Selain itu juga sebagai endapan sedimenter hasil pelapukan dan konsentrasi mekanik membentuk endapan timah putih alluvial atau kalsiterit. Indikasi timah putih ditemukan di Daerah Monterado (Bukit Taman) yang berasosiasi dengan emas alluvial.
e. Antimoni
Antimoni terjadi dari larutan hidrotermal temparatur rendah dan dangkal, mengisi celah-celah dan rongga-rongga yang berbentuk tak beraturan. Beberapa endapan primer telah mengalami pengayaan oleh residu pelapukan dan membentuk bijih.
Sebaran antimony di Daerah Kabupaten Bengkayang umumnya sebagai stibnite (Sb2S2) dijumpai di daerah : Tempurung (Monterado), G. Bawang (Lumar) dan G. Selabat, sebagai urat-urat kuarsa dalam granit dan granodiorit.
f. Air Raksa
Jenis logam yang berbentuk cair dalam kondisi alam normal, berwarna abu-abu kilap logam, Berat Jenisnya 13,6. Mineral komersialnya antara lain : Cinabar (Hg), kolomel (HgCl) dan sedikit native mercury (Hg). Tempat ditemukan : G. Selabat (rata-rata 10%), G. Bawang (sebagai cinabar dalam urat kuarsa pada batuan granodiorit); di daerah Bukit Jagoi, Sekere, Jelatok (Lumar) air raksa hadir dalam konsentrat bersama emas.
g. Perak
Keterdapatan perak di Kabupaten Bengkayang umumnya berasosiasi dengan emas placer dan emas primer, berbentuk cebakan hidrotermal tipe pengisian pada urat-urat kuarsa (fissure filling), berasosiasi dengan barit dan karbonat, tembaga dan emas. Sebaran perak di daerah ini terdapat sebagai perak plaser berasosiasi dengan emas plaser (sumber daya terukur 5.443 ton). Di beberapa daerah lain (Baguruh, Serantak dan Selakean) hadir berasosiasi dengan tembaga, emas dan molibdenit.
h. Mangan
Mangan yang dijumpai di Daerah Kabupaten Bengkayang umumnya
merupakan endapan sedimenter dan residual. Sebaran mangan di Kecamatan Lumar
terdapat di Bukit Jelatok dengan sumber daya terukur 42.700 ton bijih Mn; Bukit
Sansan (kadar Mn 33,80-42,28% , MnO2
51,18%-60,19%); Bukit Tansan (kadar Mn 25,02-32,97% , MnO2
37,07-48,43%); Bukit Sekere (kadar Mn 22,99-49,30% , MnO2
21,09-72,66%); sedangkan di daerah Sengkabang Kecamatan Sei. Betung (sumber
daya tereka 2.000.000 ton, jenis rodonit hidrotermal dan pelapukan).
i. Bauksit
Keterdapatan bauksit di Daerah Kabupaten Bengkayang terjadi
karena proses pelapukan residual dari batuan beku yang kaya akan mineral
feldspar dan alminium silikat seperti : granit, granodiorit, monzonit, syenit,
diorite, dasit, andesit, trakit, riolit dan tuf riolit membentuk endapan
laterit. Tempat ditemukan : Sei. Raya (Tj, Belati) dengan kadar Al2O3
40-43%, Batupayung (Sungaimerah) dengan kadar Al2O3
47-57%, sedangkan di Kecamatan Bengkayang, Samalantan dan Seluas masih bersifat
indikasi.
j. Bijih Besi
Bijih besi di daerah Bengkayang ditemukan dalam
bentuk sulfide dan hidroksida seperti : Hematit (Fe2O3),
limonit (Fe2O3H2O), magnetit (Fe3O4)
dan pirit (FeS).
Tempat ditemukan : Daerah Sepoteng Kec. Sei. Betung, Kec. Siding ; bijih besi ditemukan sebagai lensa-lensa hematite/limonit, sedangkan di daerah Kec. Bengkayang masih bersifat indikasi.
k. Zirkon
Zirkon terbentuk sebagai mineral ikutan (accessory mineral) pada batuan yang mengandung Na-feldspar,
seperti batuan beku asam (granit dan syenit) dan batuan metamorf (Gneiss dan
skiss). Secara ekonomis, zirkon dijumpai dalam bentuk butiran (ukuran pasir),
baik yang terdapat pada sedimen sungai maupun sediment pantai. Pada umumnya
zirkon terkonsentrasi bersama-sama mineral titanium (rutil dan ilmenit),
monazite dan mineral berat lainnya. Pasir zirkon atau zirkon letakan diendapkan
bersama-sama pasir kuarsa pantai dan pasir kuarsa sungai. Pasir zirkon di
daerah Kabupaten Bengkayang dijumpai di Kecamatan Monterado, Capkala dan Sungai
Raya.
Dijumpai sebagai endapan sedimen berasal dari rombakan batuan yang mengandung silikon dioksida (kuarsa-SiO2) seperti granit, riolit dan granodiorit. Terdapat di : Kec. Sei. Raya dan Kec. Sanggau Ledo.
m. Batugamping
Batugamping (CaCO3) atau yang lebih dikenal sebagai batukapur di Daerah Kabupaten Bengkayang dapat dijumpai di Kecamatan Siding.
n. Batubara
Indikasi Batubara di Kab. Bengkayang terdapat di Desa Bengkawan Kec. Seluas yang terdapat pada Formasi Batupasir Kayan. Kenampakan di lapangan sedimentasi batubara hanya berupa lensa-lensa dan pengisi pada kekar-kekar dengan pengamatan bahwa batubaranya tidak menerus. Dari analisa laboratorium diketahui kalori sedimentasi batubara yang ada diatas 6000 KKal.
o. Kaolin
Merupakan hasil dari pelapukan batuan granitik ataupun karena ubahan hidrotermal,yang terdiri dari mineral kaolinit dan monmorilonit serta mineral lain sebagai pengotor.
Di Kabupaten Bengkayang endapan kaolin terdapat di : Kec. Capkala (Mandor dan Pangkalan Batu) kadar SiO2 51-60%, Fe2O3 1,3% dan Al2O3 19-23%; Monterado kadar SiO2 51-60%, Fe2O3 1,3% dan Al2O3 16-26%; dan Lumar kadar SiO2 51-60%, Fe2O3 1,3% dan Al2O3 14-25%;
p. Ballclay
Ballclay adalah jenis lempung yang
tersusun dari mineral kaolinit yang bentuk kristalnya tidak sempurna (disordered
kaolinite 49-60%), illit (18-33%), kuarsa (7-22%) dan mineral lain yang
mengandung karbon (1-4%), plastisitas tinggi, kekuatan kering tinggi, mengalami
proses vitrifikasi yang panjang, dan berwarna terang jika dibakar. Sedangkan
apabila sifat-sifat fisik tersebut lebih rendah dari standar disebut bondclay.
Selain sebagai bahan baku
keramik, bond/ballclay juga dapat digunakan sebagai bahan refraktori, imbuh
bagi pakan ternak dan bahan pengisi dalam industri karet. Tempat
ditemukan : Kec. Capkala dan Sei. Raya serta Sei. Raya Kepulauan.
PENYEBARAN BAHAN GALIAN DI KECAMATAN SUNGAI RAYA
Adapun bahan galian yang diketahui dan tersebar di wilayah Kecamatan Sungai Raya antara lain Kaolin, Pasir Kuarsa, batu gunung Granit / Andesit dan Gambut.
|
Gambar 4. Peta Potensi Tambang di Kecamatan Sungai Raya
PENYEBARAN BAHAN GALIAN DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN
Di wilayah Kecamatan Sungai Raya Kepulauan setidaknya ditemukan 6 bahan galian yaitu Granit, Bauksit, Zircon, Pasir Kuarsa, Kaolin dan Emas, yang merupakan bagian dari formasi yang menyusun Kecamatan Sungai Raya Kepulauan ini, yaitu endapan aluvial dan rawa dan batuan terobosan Sintang untuk tinggian-tinggian baik granit maupun andesit.
|
Gambar 5. Peta Potensi Tambang di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan
PENYEBARAN BAHAN GALIAN DI KECAMATAN CAPKALA
Gambar 6. Peta Potensi Tambang di
Kecamatan Capkala
Di wilayah Kecamatan Cakala setidaknya ditemukan 7 bahan galian yaitu Granit, Bauksit, Zircon, Pasir Kuarsa, Kaolin, Emas, dan Ball Clay yang merupakan bagian dari formasi yang menyusun Kecamatan Capkala ini, yaitu endapan aluvial dan rawa, Formasi Hamisan (Untuk Zircon dan emas di selatan Capkala) dan batuan terobosan sintang untuk tinggian-tinggian andesit.
PENYEBARAN BAHAN GALIAN DI KECAMATAN MONTERADO
Gambar 7. Peta
Potensi Tambang di Kecamatan Monterado
Di wilayah Kecamatan
Monterado setidaknya ditemukan 9 bahan galian yaitu Kaolin, Emas, Pasir Kuarsa,
Zircon, Timah Hitam, Ilmenit/Pasir Besi, Bauksit, Bijih Besi dan Granit
merupakan bagian dari formasi yang menyusun Kecamatan Monterado.
Gambar 8. Peta Potensi Tambang di Kecamatan Samalantan
Di wilayah Kecamatan
Samalantan setidaknya ditemukan 7 bahan galian yaitu Pasir Kuarsa (penyebaran
pasir kuarsa bersifat tidak merata, ukuran butir dari pasir kuarsa cukup
kasar), Zircon, Emas (emas dijumpai dengan campuran pasir kuarsa dan lempung
dengan kedalaman penambangan rata-rata 2-4 meter), magnetite, bauksit, besi dan
granit.
PENYEBARAN BAHAN GALIAN DI KECAMATAN LEMBAH BAWANG
Gambar 9. Peta Potensi Tambang di Kecamatan Lembah Bawang.
Di wilayah Kecamatan
Lembah Bawang setidaknya ditemukan 4 bahan galian yaitu Granit, Pasir Kuarsa, Kaolin
dan Emas (Emas dijumpai di Desa Papan Tembawang dan Kinande Kecamatan Lembah
Bawang dalam bentuk placer).
Indonesia
English 











