Theme Image Theme Image Theme Image

Perkebunan dan Kehutanan

Perkebunan

Jenis tanaman perkebunan yang menjadi komoditas utama Kabupaten Bengkayang pada tahun 2006 adalah karet, kelapa dalam, kelapa sawit, kelapa hibrida, cengkeh, lada, kopi, kemiri, pinang, dan kakao. Produksi tanaman perkebunan yang terbesar di Kabupaten Bengkayang pada tahun 2006 yakni karet, sebesar 22.814 ton dalam bentuk sheet angin dengan luas tanam sebesar 50.326 hektar.
Kecamatan yang paling luas tanaman karet adalah Kecamatan Samalantan yakni sebesar 16.984 hektar. Produksi kelapa dalam sebesar 3.045.670.000 dalam bentuk butiran dan sebesar 3.484 ton dalam bentuk kopra dengan luas tanam sebesar 4.174 hektar. Kecamatan yang paling luas tanaman kelapa dalamnya adalah Kecamatan Sungai Raya.

Produksi tanaman kelapa hibrida adalah sebesar 180.000.000 dalam bentuk butiran dan sebesar 72 ton dalam bentuk kopra dengan luas tanamnya sebesar 233 hektar. Kecamatan yang paling luas dengan kelapa hibridanya adalah Kecamatan Sanggau Ledo. Produksi tanaman kopi adalah sebesar 138 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanamnya sebesar 489 hektar. Kecamatan yang paling luas tanaman kopinya adalah Kecamatan Sanggau Ledo.

Produksi tanaman cengkeh adalah sebesar 178 ton dalam bentuk asalan dengan luas tanamnya sebesar 822 hektar. Kecamatan yang paling luas tanaman cengkehnya adalah Kecamatan Sungai Raya. Produksi tanaman lada ada dua jenis yaitu lada hitam dan lada putih, untuk jenis lada hitam produksinya adalah sebesar 431 ton sedangkan produksi lada putih adalah sebesar 1.006 ton dengan total area luas tanam (baik lada hitam maupun lada putih) sebesar 3.263 hektar. Kecamatan yang paling luas dengan tanaman ladanya adalah Kecamatan Seluas.

Produksi tanaman kakao pada tahun 2006 adalah sebesar 278 ton dalam bentuk biji kering dengan luas tanam sebesar 995 hektar. Kecamatan yang paling banyak tanaman kakaonya adalah di Kecamatan Sungai Raya.Produksi tanaman kelapa sawit adalah sebesar 21.283 ton dalam bentuk TBS dengan luas tanam sebesar 24.510 hektar, kecamatan yang paling tanaman kelapa sawitnya adalah Kecamatan Ledo. Jenis tanaman perkebunan yang ada di Kabupaten Bengkayang saat ini masih dirasa kurang dan perlu dikembangkan lagi, untuk itu para investor baik dari dalam maupun dari luar negeri yang bisa mengembangkan sub sektor perkebunan khususnya di Kabupaten Bengkayang masih sangat diperlukan.

Kehutanan

Berdasarkan data tahun 2006, kondisi hutan dirinci menurut statusnya adalah sebagai berikut:

- Tanaman / cagar alam / laut sebesar 45.543 Ha
- Hutan lindung sebesar 38.581 Ha
- Hutan produksi konversi sebesar 7.760 Ha
- Hutan produksi biasa sebesar 87.351 Ha

Pengukuhan hutan adat di Kabupaten Bengkayang meliputi :

No. Uraian Luas (Ha) Tahun Pengukuhan Keterangan
1.
Hutan Adat Temua (Segiring)
± 140
2003
Luar Kawasan (LK)
2.
Hutan Adat Range (Sebalos)
± 760
2003
Luar Kawasan (LK)
3.
Hutan Adat Gunung Pikul (Sahan)
± 100
2003
Luar Kawasan (LK)
4.
Hutan Adat Gunung Mak Timpang (Pisak) Gunung Niut
-
2004
Dalam Kawasan (DK)
5.
Hutan Adat Gunung Semadum (Pisak) Gunung Niut
-
2004
Dalam Kawasan (DK)
6.
Hutan Adat Gunung Berunai (Jagoi Babang)
-
2004
Luar Kawasan (LK)
7.
Hutan Adat (Suti Semarang) Gunung Niut
-
2004
Dalam Kawasan (DK)
8.
Hutan Adat Gunung Pajaint (Dawar)
-
2004
Dalam Kawasan (DK)
9.
Hutan Adat Madi (Lumar) Gunung Bawang
-
2005
Dalam Kawasan (DK)

Sumber : Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Bengkayang

Data produksi hasil hutan yang dilaporkan pada tahun 2006 dengan produksi hasil hutan yang paling besar di Kabupaten Bengkayang yakni kayu olahan, yaitu sebesar 631,0802 M³ yang semuanya merupakan kayu temuan. Luas kawasan kritis pada tahun 2006 sebesar 235.626 hektar dengan pembagian yang berada didalam kawasan sebesar 88.722 hektar dan yang berada diluar kawasan sebesar 146.408 hektar.

Berita Terbaru

Agenda

Pengumuman Terbaru

Polling