
Tofografi dan Sungai
Ada dua kondisi alam yang membedakan wilayah Kabupaten Bengkayang, kondisi alam yang pertama adalah pesisir pantai. Keseluruhan wilayah pesisir ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Sungai Raya. Kondisi alam yang kedua adalah daratan dan perbukitan yang terdiri dari Kecamatan Capkala, Samalantan, Monterado, Bengkayang, Teriak, Sungai Betung, Ledo, Suti Semarang, Lumar, Sanggau Ledo, Seluas, Jagoi Babang, dan Siding. Ada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang melintasi wilayah Kabupaten Bengkayang yaitu DAS Sambas, DAS Sungai Raya, dan DAS Sungai Duri. Dari ketiga DAS tersebut, yang paling besar adalah DAS Sambas yang luasnya meliputi 722.500 Ha, sedangkan DAS Sungai Raya sebesar 50.000 Ha, dan DAS Sungai Duri hanya sebesar 24.375 Ha.
Tofografi Kabupaten Bengkayang sangat bervariasi yaitu mulai dari datar, landai, bergelombang, berbukit sampai bergunung. Namun secara umum tofografi di kabupaten Bengkayang hampir sama dengan Kabupaten – Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat. Adapun jenis tanah yang terdapat didaerah ini mempunyai sifat dan ciri jenis Alluvial, Organosol, Latosol, Regosol / Podsol, Kambisol dan Podsolik yang dilihat dari penyebarannya, jenis tanah daerah datar meliputi jenis tanah Podsol, Organosol, Podsolik Merah Kuning dan Alluvial sedangkan didaerah berbukit dan bergunung mempunyai jenis tanah latosol dan Podsolik Merah Kuning (PMK).
Berikut penyebaran tanah dimaksud diwilayah Kabupaten Bengkayang :
- Tanah Alluvial : terdapat didaerah dataran rendah pantai, dataran lintas sungai dan dataran pegunungan ( terdapat di Kec. Sungai Raya, Kec. Capkala, Kec. Monterado dan Kec. Samalantan ).
- Tanah Organosol : terdapat didaerah dataran rendah, berawa dan tergenang ( Kec. Bengkayang, Kec. Teriak, Kec. Ledo, Kec. Sanggau Ledo, Kec. Lumar, dan Kec. Sungai Betung ).
- Tanah Latosol : terdapat didaerah perhuluan diKec. Suti Semarang, Kec. Seluas, Kec. Jagoi Babang, dan Kec. Siding.
Indonesia
English 


