
Profil Pembangunan
A. BIDANG EKONOMI
PDRB Kabupaten Bengkayang atas dasar harga berlaku pada tahun 2005 adalah sebesar Rp. 1.272.128,52 juta rupiah dan meningkat menjadi Rp. 1.460.852,76 juta rupiah pada tahun 2006. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan PDRB atas dasar harga berlaku yang terjadi antara tahun 2005-2006 adalah sebesar 20,30 persen. Selanjutnya, PDRB Kabupaten Bengkayang atas dasar harga konstan 2000 pada tahun 2005 adalah sebesar 895.704,54 juta rupiah dan naik menjadi 952.088,58 juta rupiah pada tahun 2006. Berdasarkan PDRB atas dasar harga konstan 2000, perekonomian Kabupaten Bengkayang pada tahun 2006 tumbuh sebesar 9,07 persen dibanding dengan pertumbuhan perekonomian tahun sebelumnya, yaitu sebesar 6,68 persen. Ini berarti bahwa perekonomian Kabupaten Bengkayang mengalami banyak kemajuan.
Jika dilihat per sektornya maka sektor yang memberikan kontribusi terbesar pada PDRB Kabupaten Bengkayang adalah sektor pertanian diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Kontribusi sektor pertanian pada PDRB Kabupaten Bengkayang tahun 2006 adalah sebesar 43,94 persen sedangkan sektor perdaga-ngan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi sebesar 28,19 persen pada tahun 2006. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa struktur perekonomian Kabupaten Bengkayang masih bersifat agraris karena kontribusi sektor tersebut paling besar dibanding dengan sektor yang lain. Dengan kata lain, penopang
utama perekonomian masih berasal dari sektor pertanian. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sektor perekonomian yang mempunyai kontribusi pada PDRB Kabupaten Bengkayang masih relatif sama.
1. Pendidikan
JENIS SEKOLAH
TK Negeri/Swasta
SD Negeri/Swasta
MI Negeri/Swasta
SLTP Negeri/Swasta
MTs Negeri/Swasta
SLTA Negeri/Swasta
Aliyah Negeri/Swasta
SMK Negeri/Swasta
Akademi SEKOLAH
22
228
7
41
5
14
2
2
2 GURU
43
1.789
56
578
56
292
28
54
. MURID
726
34.217
526
8.994
376
3.902
134
546
.........
Jumlah
323
2.896
49.421
Sumber : Dinas Pendidikan dan Kantor Statistik
Kab. Bengkayang
2. Kesehatan
FASILTAS
Rumah Sakit
Puskesmas Perawatan
Puskesmas Pembantu
Polindes
Balai Pengobatan TAHUN 2006
2
12
63
85
2
Sumber : Dinas Kesehatan dan Kantor Statistik Kab. Bengkayang
3. Tenaga Kerja
TENAGA KERJA MENURUT
TINGKAT PENDIDIKAN
Tidak / belum tamat SD
Sekolah Dasar
SLTP Sederajat
SLTA Sederajat
Diploma / Akademi
Universitas TAHUN 2006
64.929
44.094
26.032
12.425
1.439
1.500
Sumber : Kantor Statistik Kabupaten Bengkayang
Berdasarkan hasil Susenas 2006, persentase penduduk yang berumur 10 tahun keatas yang masuk dalam angkatan kerja adalah sebesar 61,28 persen sedangkan yang tidak masuk angkatan kerja adalah sebesar 38,72 persen. Persentase penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja sebesar 55,11 persen, mencari kerja sebesar 6,17 persen, sedang sekolah sebesar 21,23 persen, mengurus rumah tangga sebesar 13,25 persen, dan kegiatan lainnya sebesar 4,24 persen. Sektor pertanian adalah lapangan kerja yang paling diminati (72.93), sektor perdagangan (7.83).
4. Budaya
Kabupaten Bengkayang memiliki aneka ragam budaya dan kesenian tradisional diantaranya :
Pesta Gawai Dayak, Festival Bumi Sebalo, Pesta Naik Dango, Nyubeng, Cap Go Meh, Kesenian Barongsai, Tarian Adat dari etnis Dayak, Melayu, Tionghoa, dan Jawa.
Disamping itu, terdapat objek – objek Sejarah diantaranya :
? Rumah Bentang Panjang Samalantan di Kecamatan samalantan.
? Benteng Pertahanan Belanda di Gunung Vandreng di Kecamatan Samalantan dan Kecamatan Sungai Betung.
? Tiang Bendera Raksasa di Kecamatan Monterado.
? Gedung Pancasila di Kecamatan Bengkayang.
? Meriam Kuno di Pulau Penata Kecil Kecamatan Sungai Raya Kepulauan.
? Tangsi (Barak Militer) Belanda di Kecamatan Sanggau Ledo
C. BIDANG FISIK DAN INFRASTRUKTUR
1. Prasarana Jalan
Sampai akhir tahun 2006 panjang jalan di Kabupaten Bengkayang mencapai 1. 270,68 Km ; yang terdiri dari :
• Jalan negara 35.29 Km
• Jalan Provinsi 237.38 Km
• Jalan Kabupaten 998,01 Km
• Jalan dengan status jalan lainnya 924.53 Km
Semua ruas jalan sudah dapat menghubungkan keseluruhan ibukota kecamatan, pada umumnya dalam keadaan baik dan dapat dilalui oleh kendaraan roda 4 dalam waktu relatif singkat,
kecuali ruas jalan yang menuju ke Kecamatan Siding, Kecamatan Suti Semarang, dan Kecamatan Lembah Bawang.
2. L i s t r i k
Produksi listrik PT. PLN cabang Bengkayang tahun 2006 sebesar 2.962.821 Kwh atau rata – rata sebesar 246.902 Kwh perbulan dengan jumlah pelanggan 208.160, menggunakan pembangkit tenaga diesel. Dari 122 desa yang ada di Kabupaten Bengkayang baru 67 desa atau sekitar 63% sudah terpenuhi kebutuhan akan listrik.
3. Air bersih
Sumber air bersih banyak terdapat di Kabupaten Bengkayang berupa sungai, air terjun, riam, danau dan lain – lain. Untuk air bersih yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Bengkayang bersumber dari Riam Madi Kecamatan Lumar dengan debit 1,8 M³/detik.
4. Telekomunikasi
Selama tahun 2006, tercatat pengguna jasa telekomunikasi di Kabupaten Bengkayang hanya ada sebanyak 836 pelanggan
telkom dari 974 kapasital sentral yang ada. Selain itu, terdapat juga 15 wartel yang tersebar di berbagai kecamatan, antara lain di Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Bengkayang, Kecamatan Ledo, Kecamatan Sanggau Ledo, Kecamatan Seluas, dan Kecamatan Jagoi Babang. Untuk saran telepon seluler, terdapat 27 unit tower pemancar di Kabupaten Bengkayang, dan ini masih jauh dari kekurangan, untuk itu bagi para investor yang ingin menanamkan modal dalam bidang telekomunikasi masih banyak peluang.
5. P e r b a n k a n
Untuk mendukung perekonomian Kabupaten Bengkayang dan mempermudah layanan Investasi terdapat Jasa perbankan antara lain :
1.Bank Rakyat Indonesia ( BRI ) cabang Bengkayang yang didukung masing-masing unit.
2.Bank Kalbar, 1 buah Kantor Cabang didukung 1 unit Pembantu di Kecamatan Sanggau Ledo.
3.Bank BNI, 1 (satu) buah
4. Bank Perkreditan Rakyat
Indonesia
English 


