Theme Image Theme Image Theme Image

Gambaran Umum

Kabupaten Bengkayang terletak pada 0º33'00" Lintang Utara sampai 1º30'00" Lintang Utara serta diantara 108º39´00" Bujur Timur sampai dengan 110º10'00" Bujur Timur.
Secara administrasi Kabupaten Bengkayang memiliki batas-batas administrasi sebagai berikut :
oUtara: Berbatasan dengan Kec. Selakau, Tebas, Sambas, Sejangkung dan Sajingan Besar (Kabupaten Sambas).
oTimur: Berbatasan dengan Serawak Malaysia Timur (Negara Malaysia) dan Kec. Sekayam (Kab. Sanggau).
oSelatan: Berbatasan dengan Kec. Sungai Kunyit, Toho (Kab. Pontianak), serta Kec. Menjalin, Mempawah Hulu,  Manyuke dan Air Besar (Kab. Landak).
oBarat: Berbatasan dengan Laut Natuna dan Pemerintahan Kota Singkawang.
    Kabupaten Bengkayang merupakan Kabupaten yang baru terbentuk berdasarkan Undang – Undang Nomor 10 Tahun 1999, Tanggal 27 April 1999; peresmian Kabupaten Bengkayang dan pelantikan Pejabat Bupati dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Nomor 131.4-374 tahun 1999 yang mempunyai Visi ” TERWUJUDNYA MASYARAKAT MADANI YANG HARMONIS, DEMOKRATIS, BERKEADILAN DAN SEJAHTERA DALAM PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH YANG LUAS, NYATA DAN BERTANGGUNG JAWAB”.
Secara keseluruhan luas wilayah Kabupaten Bengkayang adalah sebesar 5.396,30 Km² atau sekitar 3,68 persen dari total luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat. Hal ini menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai kabupaten dengan cakupan wilayah terkecil di Kalimantan Barat. Dilihat dari masing-masing kecamatan, Jagoi Babang merupakan kecamatan yang paling luas di Kabupaten Bengkayang dengan cakupan wilayah sebesar 655 Km² atau sekitar 12,14 persen dari luas Kabupaten Bengkayang keseluruhan dan kecamatan dengan wilayah terkecil adalah Kecamatan Capkala dengan luas wilayah sebesar 46,35 Km² atau hanya sekitar 0,86 persen dari total Kabupaten Bengkayang.
    Ada dua kondisi alam yang membedakan wilayah Kabupaten Bengkayang, kondisi alam yang pertama adalah pesisir pantai. Keseluruhan wilayah pesisir ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Sungai Raya. Kondisi alam yang kedua adalah daratan dan perbukitan yang terdiri dari Kecamatan Capkala, Samalantan, Monterado, Bengkayang, Teriak, Sungai Betung, Ledo, Suti Semarang, Lumar, Sanggau Ledo, Seluas, Jagoi Babang, dan Siding. Ada tiga Daerah Aliran Sungai (DAS) utama yang melintasi wilayah Kabupaten Bengkayang yaitu DAS Sambas, DAS Sungai Raya, dan DAS Sungai Duri. Dari ketiga DAS tersebut, yang paling besar adalah DAS Sambas yang luasnya meliputi 722.500 Ha, sedangkan DAS Sungai Raya sebesar 50.000 Ha, dan DAS Sungai Duri hanya sebesar 24.375 Ha. Tofografi Kabupaten Bengkayang sangat bervariasi yaitu mulai dari datar, landai, bergelombang, berbukit sampai bergunung. Namun secara umum tofografi di kabupaten Bengkayang hampir sama dengan Kabupaten – Kabupaten yang ada di Kalimantan Barat. Rata – rata curah hujan di Kabupaten Bengkayang selama tahun 2006 mencapai 269 mm, curah hujan sebesar ini termasuk tinggi dan hal ini dipengaruhi oleh wilayah Kabupaten Bengkayang yang masuk dalam wilayah tropis (dengan ciri hutan tropis yang cukup lebat dan kelembaban udara tinggi). Rata-rata yang cukup tinggi terjadi pada bulan November dan terendah pada bulan Februari.
    Rata – rata hari hujan pada tahun 2006 di kabupaten Bengkayang adalah sebanyak 13 hari. Jumlah hari hujan yang paling banyak adalah pada bulan Desember dan yang paling sedikit pada bulan Agustus, kecamatan yang paling banyak rata-rata curah hujannya adalah Kecamatan Samalantan dan kecamatan yang paling sedikit rata-rata curah hujannya adalah Kecamatan Capkala.